Arsip Tag: purbalingga

Hai mblo? jangan datang ke taman ini sendirian ya..

Taman bunga di wilayah Purbalingga menjadi daya tarik baru yang sedang digandrungi wisatawan muda. Dalam sepekan kunjungannya bisa mencapai 1.000 orang.

Nah, di Purbalingga ada dua taman yang kunjungannya sedang meroket.

1. Taman Cinta Talegening,
di Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari yang berlokasi di tepi Jalan Raya Purbalingga – Pemalang.
Taman Cinta Talagening, Desa Talagening, Kecamatan Bobotsari Purbalingga
2. Kutabawa Flower Garden,
di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, sekitar 15 kilometer ke arah utara Kota Purbalingga.
Kutabawa Flower Garden di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga
Di Taman Cinta Talagening, pengelola desa wisata menghias taman bunga dengan ornamen yang yang disuguhkan semuanya bernuansa cinta atau kasih dengan simbol hati. Mulai dari pernik-pernik yang digantung, bentuk kolam, pijakan ditengah kolam, hingga jalan masuk di antara taman hampir semuanya berbentuk simbol hati.

Tak hanya itu, warnanya pun terlihat cerah, ada merah, kuning, putih, biru, pink dan warna lainnya. Seakan ingin menggambarkan suasana hati yang sedang kasmaran. Di objek wisata seluas 2.000 meter sangat cocok unutk anak-anak muda yang sedang dirundung asmara. Pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang Rp 3.000 per orang sebagai pengganti biaya perawatan.

Sebagai destinasi wisata baru di Purbalingga, taman ini belum bisa dibilang sepenuhnya sempurna. Namun, beberapa wahana yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan untuk swafoto dan memanjakan mata.

Dilokasi wisata yang kedua, Kutabawa Flower Garden juga sedang . Meski masih dalam tahap pengerjaan, foto-foto yang beredar menjadi tren di media sosial dan mengundang penasaran masyarakat. Di taman ini tidak kurang dari 18 jenis bunga dengan simbol hati sebagai ornamen pelengkap. Tidak main-main, bibitnya langsung didatangkan dari Bandung.

Dedi Kurniawan, Pemilik Kutabawa Flower Garden mengaku terinspirasi dari Taman Begonia di kawasan Lembang, Bandung. Walaupun milik pribadi, Dedi menginginkan agar masyarakat desa sekitar juga dapat merasakan keuntungannya. Rencananya nanti akan dibangun wahana anak-anak dan villa di sekitar lokasi taman.
Tiket masuk objek wisata ini juga relatif murah, hanya Rp 5000. Pengunjung bisa berjalan-jalan di area sekitar taman yang didominasi bunga berwarna merah dan kuning sembari berfoto ria dengan orang tercinta tentunya.
Iklan

Sensasi Menapaki Bukit Mertelu yang Ayu

Geliat pengembangan Desa Wisata bagaikan jamur yang tumbuh di musim hujan. Kehadiran obyek wisata seakan telah merubah desa yang semula sepi dan jauh dari jangkaun para pemburu wisata, sekarang seakan telah menjadi obyek wisata alternatif yang mudah dijangkau baik jarak tempuh maupun biayanya.

Tidak terkecuali Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, yang terletak di ujung barat berbatasan dengan Desa Serang, Kecamatan Karangreja, mempunyai potensi wisata yang tidak kalah dengan obyek wisata desa lain.

Secara geografis, letak Desa Sangkanayu terletak pada ketinggian 900-an meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian itulah, hawa di sekitar desa tersebut cukup sejuk dan segar. Obyek wisatanya berupa bukit yang dinamai “Bukit Mertelu”, yang merupakan puncak perbukitan di antara bukit di sekitarnya.

Dinamakan Bukit Mertelu, karena di daerah tersebut ada tiga areal perbukitan yang ada di sekitarnya.Sensasi Menapaki Bukit Mertelu yang Ayu

Areal Bukit Mertelu merupakan daerah kawasan Perhutani yang dikelola oleh sekelompok warga masyarakat desa yang peduli dengan potensi wisata dari bukit tersebut. Sekelompok warga masyarakat bekerja sama dengan pihak Perhutani, akhirnya melaksanakan kerja sama dalam pengelolaannya.

Bentuk kerjasama antara masyarakat desa dengan pihak Perhutani patut diapresiasi, karena kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Prosentase pendapatan yang diperoleh dari hasil ticketing kunjungan wisata dibagi dua, yakni 60% untuk pihak Perhutani dan 40% untuk pihak pengelola dari desa.

Perjalanan ke Bukit Mertelu nan ayu, rutenya melalui jalan kabupaten yang menuju ke arah Serang dari arah selatan (Kecamatab Mrebet). Masih di Desa Sangkanayu menuju Serang, ada plang ke kanan yang menunjukan ke arah Bukit Mertelu. Sesampai di areal parkir kendaraan, maka para pengunjung masih naik ke atas bukit kurang lebih 1,5 km agar sampai ke puncaknya. Hmm … jauh juga ya.

Tapi, begitu sampai di puncak, pengunjung dapat leluasa menghirup udara yang sejuk dan segar, sambil menikmati berbagai fasilitas yang dapat digunakan. Bisa swafoto (selfi) dengan berbagai pose dan gaya.

Di puncak bukit tersebut, pengunjung dapat menikmati pemandangan hamparan bukit dan dataran rendahnya yang sungguh menawan. “Wah sungguh luar biasa indahnya pemandangan di Bukit Mertelu ini,” ujar Yani salah satu pengunjung, sambil menikmati hamparan pemandangannya.

Yuk-Wisata-ke-Purbalingga-1024x186Penasaran dengan Bukit Mertelu? Silahkan berkunjung saja ke Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Purbalingga.

Nasi Goreng Paling Enak di Kota Purbalingga

Bolak-balik Jakarta purbalingga selama beberapa tahun, sudah cukup membuat hapal beberapa tempat makan yang enak di purbalingga, jika anda kebetulan pergi ke purbalingga dengan tujuan tempat wisata seperti owabong maka rasanya mungkin anda akan ke purbalingga. 

Di malam hari anda bisa mencoba beberapa nasi goreng terbaik di purbalingga

 1. di urutaan pertama adalah nasi goreng di belakang taman kota purbalingga, yang tepat berada di seberang toko abc purbalingga. ada di dalam toko permanen, sebagai penikmat nasi goreng ini adalah nasi goreng paling enak yang ada di urutan no 1 rasanya dipurbalingga. bukan hanya saya yang berpendapat demikian, tukang angkiran di alun alun pun bilang begitu, kekurangannya adalah harga yang paling mahal, sekitar 17.000

 2. nasi goreng pete lampu merah pabrik DAVOS. tidak terlalu jauh dari nasi goreng urutan pertama ini adalah nasi goreng gerobak yang sudah setia mangkal di situ. tempatnya di dekat lampu merah pabrik davos dan disamping hijab store rabbani. rasa masih di bawah nasi goreng taman kota purbalingga, namun masih enak hanya beda tidak terlalu jauh. ada pilihan pete nya. dan yang asik adalah cepat sekali pembuatan nasi gorengnya harga 15.000

 3. nasi goreng depan rumah sakit ibu dan anak UMMUHANI ini adalah yang ketiga, ada pilihan seafood nya juga jos lumayan. kekurangannya adalah cukup lama buat nasi gorengnya, harga 11.000 4. nasi goreng doa ibu di deretan ruko samping makam pahlawan purbalingga, direkomendasikan oleh istri, differensiasinya adalah rasa pedasnya. banyak yang beli di sini, namun soal rasa bisa dibilang biasa dibanding ketiga diatas. harga 10.000 nah itulah yang bisa saya sebutkan. dan saya juga tidak merekomendasikan makan nasi goreng di jalan gang mayong, karena menurut saya nasi goreng di sana sangat biasa tidak istimewa dari rasanya. 

Selain nasi goreng di gang mayong ada makanan lain yang enak, yaitu pecel lele khas LAMONGAN, dari beberapa kota yang saya singgahi, pecel lamongan di sini yang dekat dari arah bank bca dalam gang mayong paling enak. sambelnya mantap. bikin nagih. 

semoga bisa jadi inspirasi pecinta nasi goreng paling enak di PURBALINGGA KOTA PERWIRA

Tropi ini, akan diarak ke Jakarta mulai besok pagi

TegeanBlog.Com – Tropi Piala Sudirman ini akan diarak lebih dari 300 km, Tropi pertandingan sepakbola yang terbuat dari bahan kayu yg dilapisi kuningan dan emas ini, akan mulai diarak mulai dari Monumen Tempat Lahir Jenderal Sudirman, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga.

image

Adapun mekanismenya adalah setiap 15 km akan terjadi penggantian tim yang akan membawa tropi. Tropi saat masuk Jakarta tidak langsung dibawa ke Senayan namun akan disimpan di Museum Satria Mandala.

Trofi yang memiliki tinggi 60 cm, lebar 30 cm, dan berat sekitar berat 3 kg ini, memiliki filosofi di balik bentuknya.
Anak tangga yang menjadi dasar trofi menunjukkan langkah-langkah menuju kemerdekaan sepak bola yang ada di puncak trofi. Di tengah tangga, ada sosok bayangan Jenderal Soedirman sebagai tokoh perjuangan yang dijadikan ikon dalam ajang kejuaraan yang digelar untuk memperingati HUT ke-70 TNI.

Oiyah, dalam laga final yang akan dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno hari Minggu(24/1/2016), Semen Padang dan Mitra Kukar akan bertanding sportif untuk meperebutkan piala tersebut.

image

Hayoo tebak, Tim manakah yang menjuarai final Piala Sudirman ini?

Posted from WordPress for TegeanBlog
Contact : tegeanblog@gmail.com

Kolam Ombak Terbesar se-Jawa tengah Ada di Owabong Purbalingga, Mau Nyoba??

TegeanBlog.Com – Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong) di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, meluncurkan wahana baru kolam ‘beda ombak, Senin kemarin.

image

Bentukan ombak di kolam sekelas waterpark ini, berbeda dengan kolam sejenis di obyek wisata lain. Meski digarap dengan teknologi sederhana, kolam ombak Owabong lebih kencang mirip pesisir pantai selatan jawa.

“Dengan membandingkan kolam ombak di beberapa waterpark di Jakarta, kolam ombak milik kami sangat berbeda. Bentukan ombaknya bisa dibuat kencang atau pelan sesuai keinginan wisatawan. Deburan ombaknya juga persis seperti di pantai. Pengoperasian kolam ombak juga penuh pagi hingga sore, berbeda dengan waterpark lain yang hanya mengoperasikan pada jam-jam tertentu,” kata Direktur Owabong, Wisnu Haryo Danardono.

Dengan diluncurkannya wahana kolam ombak baru ini akan semakin melengkapi wahana yang sudah ada. Wahana baru lain yang sudah selesai pembangunannya yakni kolam khusus wanita dan kolam air hangat.
Wow,,semakin lengkap saja Owabong waterpark ini, selain wahana kolam utama, pantai bebas tsunami, dan arena mandi air, serta kolam arus kini ditambah dua wahana baru, Joss..

Apalagi fasilitas ini, pengunjung Owabong tidak dipungut biaya tiket masuk lagi(sistem terusan), jadi pengunjung bebas bermain deburan ombak hingga bermain di pantai buatan.
Yang disewakan atau bayar cuma Ban pelampung dan gazebo lho yaa..

Penasaran?? #MayuhDolanPurbalingga

Posted from WordPress for Jungfrau
Contact : tegeanblog@gmail.com

Gak Terima Dinasehati, Siswa ini Nantang Petugas

Pengendara pelajar SMK Tanpa Helm dengan Motor Protolan melaju kencang di jalan raya,
Petugas Kanit Dikyasa PURBALINGGA mengejarnya, setelah diberhentikan, siswa SMK jurusan OTOMOTIF ini dinasehati tentang keselamatan berkendara, bukanya mendengarkan nasehat sisawa ini malah nantang Petugas.
#PIYEKarepmu #JANGANDitiru

image

image

Sumber foto : Polres Purbalingga

Posted from WordPress for Istri Muda 🙂
Contact : tegeanblog@gmail.com

Review perjalanan mudik edisi november 2013

Membayar utang artikel sebelumnya berikut ini artikel “review single riding jakarta purbalingga” jum’at awal november yang lalu..
1. Setelah persiapan sudah lengkap, mulai dari safety gear, aneka oleh2 buat sikecil, ane dari jakarta berangkat pukul 15.30 (abis sholat ashar) kondisi cuaca waktu itu mendung tapi belum ada tanda2 turun hujan, sesampainya di cut meutia bekasi turun hujan dengan derasnyah, jam menunjukkan pukul 16.30, ane terpaksa minggir karna kondisi jalan yang udah gak kelihatan lagi, sangat berbahaya bila nekad. stang bebek ane belokkan ke mushola terdekat (ane lupa namanya) sampai menjelang adzan mahgrib berkumandang pun, belum ada tanda2 hujan reda.
2. Setelah sholat mahgrib kira2 pukul 18.00 lebih dikit ane lanjutkan perjalanan, walaupun cuaca sedikit gerimis, ane nekad lanjutkan perjalanan waslaupun kecepatan relatif pelan (60km/perjam), kondisi jalan sebagian tergenang alhasil sepatu ane basah gan,
3. menjelang karawang, kondisi badan ane kedinginan gan, ane mampir di SPBU sekalian isi bensin, eh..ladalah antrinya puanjang bener, daripada ngantri trus tambah kehujanan, yo wis bebek ane tak kasih minum PERTAMAX, mumpung duit didompet masih ada hehe.. (Rp 25ribu).
O..iya sekalian istirahat, tak lupa ane skalian minum jamu TOLAK ANGIN wes..ewes..ewes.. bablas angine :mrgreen:
4. lanjuutt.. memasuki jalur pantura cikampek-indramayu kondisi jalan relatif mulus gan, kecepatan stabil diantara 80-100km/perjam.
“saran ane tetap waspada gan banyak truk2 besar dengan muatan penuh barang, jadi hati2 gan bila ingin menyalip, karena banyak sopir BUS AKAP juga lagi seger2nya, memacu bus dengan kecepatan tinggi wuss..wuss..wuss.. 😆
5. jam 22.30 palimanan,cirebon, sesampainya di daerah ini penyemplak sepeda motor lumayan sepi gan, dan ane mampir lagi dan masuk SPBU, setelah tengok kanan-kiri kok gak ada pertamax ya? yo terpaksa minum premium (hayah, alesan) :mrgreen: (Rp21ribu), tak lupa setelah keluar area SPBU, keluar pula asep rokok bul..bul.. (30menit=2batang saja) 😀
6. melewati jalur cirebon brebes, lumayan sepi gan, jadi si kuda besi bisa dipacu semampunya alias GAS POOOLLL,, dijalur ini jika tepat waktu kadang dibarengi dengan kereta yang melintas di sisi kanan aspal, tapi kemarin malam gak ane temuin gan, padahal pingin juga adu nyali kayak dulu xixixi 😉
7. Pertigaan pejagan brebes, saat melintas di jalur ini ane dikagetin 1 penunggang piksen putih plat R, ngajak jalan bareng tujuan purwokerto, dalam hati kebetulan nih ada temen hehe 😀 . Tapi katanya, ane kudu jalan didepan, alasanya sih lampunya kurang terang belum hafal posisi lubang jalan 😦 Dalam hati, “kalau dia yang duluan, emang bebek ane mampu?” ngikutin motor semprot 150cc, yang ada justru.. Ahh yo..wislah.. berbekal lampu allseason super dan tenaga bebek seadanya, ane coba melaju dengan sePEDE-PEDEnyah, walapun kondisi jalan gelap (tengah malam plus tengah sawah pula) kecepatan ane coba stabilkan di angka 80-90km perjam.
8. Jalur Prupuk-Bumiayu-Purwokerto, saat melintas dijalur ini ane dikejutkan lagi dengan suara ngiung..ngiung..ngiung.. (suara ambulance) dengan satu mobil pengiring, mental balap ane tambah menjadi-jadi gan, seolah-olah gak mau mengalah.. kecepatan meningkat 90-115kmperjam hehe..
Lah.. gimana mau mengalah gan, itu ambulan bukan mobil jenasah atau sedang lagi bawa orang sakit, tapi ambulan gratis milik partai politik yang belum tentu ada isinyah 😆 (yakin bgt, kita bareng mulai prupuk sampai ajibarang),
Saat bus2 AKAP mengurangi kecepatan dan membiarkan sang ambulan lewat, tapi tidak dengan ane dan temen hehehe.. temen ane yang tadi ngikutin juga kejar-kejaran dengan sang ambulan, begitu menjelang pertigaan ajibarang, ane kasih jalan tuh ambulan,
9. karanggude, purwokerto (kota satria) pukul 02.00 (dini hari)
saat memasuki area iki temen ane ngasih kode, supaya pelan-pelan saja karna udah mau nyampe rumah, eh ternyata benar, dibalik tikungan tajam beliau ngasih sein kiri brarti harus siap2 berhenti.
setelah berhenti dipinggir jalan tepat didepan rumahnya, tak lupa kami pun berkenalan, tukar pikiran, berbagi pengalaman, tukeran nomer henpon dll.., setelah 30 menit istirahat menghilangkan dingin dengan secangkir kopi dingin 😉 (maklum gan, langit purwokerto berkabut tebal) kopi ditinggal 5 menit langsung dingin) ane pamitan melanjutkan perjalanan ke kota perwira purbalingga.
10. Tepat jam 03.10 ane nyampe rumah gan, alhamdulillah.. selamat 🙂
bersambung.. zzz..zzz..zzz..
NB: maaf kalo gak ada gambar, hape ane burem kalo dipake jepret malem 😀 😆 😛