Arsip Tag: Motor klasik

Honda Super Cub Ini Akan Diproduksi Kembali

Melihat masih tingginya peminat terhadap sepeda motor Super Cub, maka Honda memutuskan untuk memproduksinya kembali. Datang sebagai model 2018, sepeda motor bergaya klasik ini tersedia dalam tiga varian yaitu Super Cub 50, 110, dan 110 Pro.Honda Super Cub.jpgHonda tetap mempertahankan desain klasik yang dimiliki oleh Super Cub hanya saja ada beberapa fitur ditambahkan demi kenyaman pengendara dan penumpang. Sekarang sistem pencahayaan pada lampu utama dan sein Super Cub menggunakan LED, cover samping motor dilepas untuk kenyamanan pengendara.

Honda Super Cub 50 dan 110, sudah dilengkapi dengan pelek berukuran 17 inci. Sedangkan varian 110 Pro mendapat pelek berukuran 14 inci dan sebuah keranjang di atas fender depan dan carrier di belakang. Super Cub 110 Pro dirancang sedemikian rupa untuk menyasar konsumen yang bekerja sebagai loper atau pengirim koran.Super Cub 110 ProMasing-masing varian memiliki mesin injeksi PGM-FI, hanya saja tenaganya berbeda. Super Cub 50 dibekali mesin 49 cc bertenaga 3,7 ps pada 7.500 rpm, dengan torsi 3,8 nm pada 5.500 rpm. Super Cub 110 dan 110 pro memiliki mesin 109 cc yang mampu mengeluarkan tenaga 8 ps pada 7.500 rpm dan torsi 8.5 nm pada 5.500 rpm.

Nantinya sepeda Motor Klasik tersebut akan diproduksi di pabrik Honda Kumamoto di Jepang. Harga Sepeda motor yang hanya dijual untuk pasar Jepang ini dibanderol 232.200 yen atau sekira Rp27,8 juta untuk Super Cub 50. Super Cub 110 275,400 yen atau Rp 33 juta. sedangkan Super Cub 110 Pro 297.000 yen atau Rp35 jutaan.

DI INDONESIA KAPAN YA???

Iklan

Ban motor model klasik, kini harganya semakin asyik

Modifikasi motor kustom dengan kultur klasik dihadapkan pemilihan ban yang harus cocok dengan aliran yang diusungnya. Biasanya, penggila motor klasik ini punya duit tebal untuk sekedar beli ban model klasik, untuk merek tertentu harganya menyentuh di atas Rp 3 jutaan untuk satu ban. Wow !

Ban motor swallow tipe SB 135 ClassicSekarang, agar motor anda tampil jadul tak harus mahal. Aneka pilihan ban motor klasik dengan harga terjangkau kini semakin banyak.

Pabrikan Ban Motor lokal yang pusatnya di Medan, Sumatera Utara,PT Industri Karet Deli (IKD) meluncurkan produk ban model klasik baru dengan kode SB-135 Classic. Meskipun harganya terjangkau kualitas ban ini lumayan bagus. Bicara tentang desain, model alur ban tipe ini ada 7 alur melingkar,  alurnya mirip Firestone Deluxe Champion.

Model Ban Swallow SB-135 classic ini dipasarkan dengan empat ukuran yaitu 4.00-17, 4.50-17, 4.00-18 dan 4.50-18.
Terakhir soal harga, ban Swallow SB-135 Classic ini dibanderol antara Rp 400 – 450 ribuan. Murahkan?

Hayow.. yang lagi bangun motor klasik, silahkan di kunyah-kunyah dulu.. 😛

Motor Yamaha Murah, cuma Rp3jt-an saja

Masih ingat Yamaha Vega tahun 2002-2003 ini?
Motor Yamaha versi PaHe sesepuh vegaZR ini sekarang cuma laku Rp3jtan gan, mirisyamaha vega 2002
Padahal motor ini irit BBM, bahan metal mesin lebih bagus dan bodinya lebih kuat loh.. :mrgreen:

Nah, seandainya motor dibawah ini dijual, laku berapa yak??
honda C70
Ingat, “CUMA SEANDAINYA” :mrgreen:
banner-440x100

Motor Klasik vs Motor Racing

Maaf sebelumnya bila artikel ini bukan tentang adu speed, adu mahal, adu keren namun hanya sekedar uneg-uneg tentang selera rider tentang tunggangan motor saat ini.

Parkir ala jemuran :D
Parkir ala jemuran 😀

1 Desain.
Didunia perbloggeran tentu anda ngeh tentang motor dengan modif racing, walaupun dengan mesin pas-pasan sang motor rela diobrak-abrik bodinya, trus dipaksa pake baju (fairing), ditempel stiker ala motor balap.(tanpa sebut merek pasti anda tau itu motor apa) :mrgreen:
Sangat berbeda dengan orang yang punya selera klasik, kadang udah tau motor tersebut kelas balap malah diganti peleknya, telanjangin fairingnya, lebih parah lagi ada yang sampe diamputasi sasisnya karena ngejar style ala WJS, tentu tipe orang seperti ini lebih sayang terhadap motornya karena demi selera beliau rela habiskan ratusan ribu bahkan sampai jutaan, agar motornya terlihat klasik (anti mainstream)

  1. Perawatan.
    Nah, sekarang ngomongin tentang perawatan motro kesayangan.
    Pernah seorang sahabat bilang, dia lebih memilih motor racing daripada motor klasik hanya karena alasan perawatan.
    Ambil saja contoh perawatan pelek motor, Motor racing identik dengan Casting wheel sedangkan motor klasik sangat klop bila pakai pelek jari-jari. memang sih saat mencuci lebih ribet jari-jari daripada pelek racing, Coba anda perhatikan motor dijalanan atau diparkiran umum, yang kelihatan kotor kok kebanyakan pake pelek racing ya?? :mrgreen:
    Setelah saya selidiki, penyuka motor klasik ternyata lebih teliti dan rajin merawat (mencuci) motornya minimal seminggu 2 kali, jadi tak heran bila motornya selalu kelihatan kinclong.
    Sedangkan motor yang pake pelek racing kebanyakan ya gitu deh.. cuma bodinya doang yang di elus-elus tapi kaki-kakinya jarang disentuh apalagi dilap. 😦
  2. Selera.
    Biasanya motor racing identik dengan jalan perkotaan yang lurus dan rata dan yang pasti suka adu balap 😀 sedangkan motor klasik identik dengan jalanan yang berliku-liku, naik turun bukit dan aspal bergelombang :mrgreen:
    dan satulagi, gaya berkendara motor racing biasanya nunduk-nunduk ala rossi sedangkan motor klasik bergaya nyaman dengan stang baplang.

Saya mohon maaf jika uneg-uneg ini ada yang tersinggung perasaannyah.. Jika ada yang kurang berkenan dihati mari kita bahas dikolom komentar 😉

*O..iya sebelum ada yang bertanya, pemilik warung seleranya apa sih???
Motor klasik dengan fitur mesin balap 😆
Modif Vega ZR Klasik ala tegean