Arsip Kategori: Spare Part

Tips Memilih Ban Motor Untuk Harian

TegeanBlog.Com – Pemilihan jenis ban untuk sepeda motor terkesan mudah dan sepele, tinggal melipir ke bengkel penjual ban, milih ban lalu dipasang, beres deh.

Tips Memilih Ban Motor Untuk HarianNamun, fakta dan kualitas tidak semudah itu bro, efeknya salah pilih ban bisa berbahaya di jalan dan bisa boros bbm juga loh. Produk karet hitam aftermarket makin banyak pilihan dan tak heran banyak bikers pasang ban di luar ukuran yang direkomendasikan.

Tidak sampai di situ, ban juga memiliki karakter berbeda-beda antara ban satu dengan yang lainnya. Untuk itu jika ingin membeli ban harus di sesuaikan dengan kebutuhan apalagi jika digunakan untuk harian.

Jika jalanan di daerah sobat masih banyak jalanan yang rusak sebaiknya jangan membeli ban tipe soft compound karena karakter ban ini khusus di jalanan aspal. Jika dipaksakan tentunya akan beresiko terhadap kestabilan berkendara.

Supaya enggak bingung memilih ban, nih TegeanBlog.Com kasih panduan Tips memilih ban motor untuk harian.

1. Ban Kering dan Basah

Ban pada tipe ini memiliki fungsi yang sangat baik, yakni dapat digunakan dijalanan yang basah atau kering. Ciri dari ban ini memiliki alur yang tidak terlalu banyak dan traksinya sangat bagus. Jenis ban inilah yang paling banyak digunakan di Indonesia karena iklimnya yang tropis. Untuk membedakan jenis ban ini sobat bisa melihatnya di bagian spesifikasi yang tertera pada ban. Biasanya pabrikan seringkali menuliskan tipe wet, dry atau wet dry.

2. Ban Kering

Ban tipe kering ini memiliki sedikit alur atau bahkan tidak memiliki alur sama sekali. Ban tipe basah ini memiliki traksi terbaik saat digunakan pada jalanan yang kering. Sehingga ban sangat nyaman ketika dipakai dijalanan yang kering tanpa sobat khawatir akan terpeleset atau selip. Namun ketika ban tipe kering ini menemui jalan berair atau basah hendaknya ente harus hati-hati.

3. Ban Basah

Jenis Ban tipe basah ini digunakan khusus untuk jalan yang kerap kali basah. Ban tipe basah memiliki ciri banyaknya alur yang menjangkau hingga tepi ban. Alur pada ban ini bertujuan untuk membuang air saat ban berputar melewati jalan yang basah dan berair, namun traksi ban ini akan menurun di jalanan yang kering. Sehingga ban tipe basah ini akan cepat habis atau terkenal dengan istilah “gundul” jika digunakan dijalanan yang kering.

4. Sesuaikan Ukuran Ban

Ukuran ban motor tentu tidak sama semua tergantung dari pelek yang di pakai. Namun standard ukuran ban yaitu 70/90 dan 80/90 seuntuk motor injection atau metic biasanya 80/90 dan 90/90. Semua ukuran ban ini sudah di sesuaikan oleh pabrik untuk kondisi motor tertentu.

5. Koreksi Tahun Pembuatan Ban

Untuk melihat tahun pembuatan anda bisa melihat kode pada ban umumnya kode tersebut misalnya 1014 mempunyai arti 10 merupakan minggu ke 10 dan 14 adalah tahun. Selalu perhatikan hal ini agar ban motor anda awet dan tetap berkualitas.

6. Perawatan Pada Ban

Untuk hal ini sering kali kita tidak memperhatikan karena kita berada di iklim tropis kemungkinan besar suhu pada aspal relatif akan berubah-ubah. Ban import belum bisa menjamin dengan keadaan dan kondisi iklim yang di indonesia, pada umumnya ban di pasaran khususnya wilayah indonesia mempunyai tingkat keawetan cenderung lebih singkat. Yaitu sekitar 1-2 tahun namun untuk ban import biasanya sampai 2 tahun tapi semua ini belum tentu semua tergantung bagaimana cara merawat ban.

7. Pilih Ban Dengan Permukaan Telapak Sedang

Ban dengan telapak yang kecil memang tidak banyak menyedot tenaga dari mesin. Pasalnya, bidang yang bergesekan dengan permukaan jalan juga relatif sedikit. Alhasil, motor lebih irit bahan bakar. Ban tipe itu juga menjadikan motor lebih lincah namun, karena telapak yang kecil motor dengan ban seperti itu gampang terpeleset, terpelanting, bahkan ban rentan pecah. Karenanya, gunakan ban dengan telapak berukuran sedang saja. Bila kesulitan untuk menemukannya, lebih baik mengikuti standar dari pabrikan motor. Ban dengan telapak sedang selain tidak boros bahan bakar juga lebih stabil dan aman. Karakter seperti itu cocok untuk motor yang digunakan sehari-hari.

8. Tentukan Tujuan Penggunaan Ban

Ada banyak macam ban sepeda motor yang dapat dijumpai di pasaran. Sepeda motor yang murni digunakan untuk harian dengan sepeda motor untuk penggunaan harian namun sesesekali untuk touring atau balap juga memerlukan ban yang berbeda.

9. Pastikan Jenis Jalan yang Sering Dilalui

Selain tentang tujuan penggunaan, kondisi jalanan yang sering dilalui juga perlu dipertimbangkan sebelum memilih ban. Jika penggunaan sebagian besar di dalam kota dengan jalanan yang relatif kering, dapat menggunakan ban harian kering. Akan tetapi jika penggunaan di daerah pegunungan atau di kota dengan curah hujan tinggi sehingga jalanan sering basah, lebih aman jika menggunakan ban dual purpose. Sedangkan jika sering melewati jalanan tidak rata dan belum diaspal, lebih baik menggunakan ban off road.

10. Sesuaikan Budget alias isi dompet

Milih ban motor juga ada penyesuaian dengan kondisi keuangan, jangan sampai sampai beli ban motor yang mahal untuk gengsi-gengsian. Pilihlah ban yang memang sobat butuhkan saja ya.

Semoga panduan dari TegeanBlog.Com ini bermanfaat ya bro.

Iklan

Cara Mengatasi Engine Cut Off yang Macet

TegeanBlog.Com – Engine Cut Off atau engine kill, fungsinya utamanya mematikan mesin. Selain itu, Engine Cut Off juga berfungsi untuk keamanan apabila terjadi kecelakaan motor terjatuh mesin masih menyala, dengan menekan Engine Cut Off mesin bisa langsung mati.

Cara Mengatasi Engine Cut Off yang Macet 1Lalu bagaimana sih cara kerja Engine Cut Off dalam mematikan mesin? Sistem kerja Engine Cut Off berbeda-beda tergantung dari sistem kelistrikannya antara AC dan DC, Pada sistem AC, Engine Cut Off dipasang paralel dengan sistem kunci kontak menyambungkan massa dengan kabel kontak, lalu disambungkan kedua kabelnya sehingga CDI kehilangan tegangan dan motor pasti mati. Sedangkan pada sistem DC berbeda sistem kerjanya langsung dengan CDI atau ECU (Electronic Control Unit). Sistem kerja Engine Cut Off  di DC  langsung memutuskan tegangan masuk dari CDI atau ECU tanpa melalui kunci kontak. Nah, di motor keluaran terbaru hampir semua menggunakan sistem kelistrikan DC.

Sebenarnya sering mematikan mesin menggunakan Engine Cut Off itu tidak masalah, tapi harus memperhatikan hal lainnya, seperti setelah mesin mati jangan lupa kontak juga di off kan. Bila membiarkan posisi kontak tetap hidup maka akan menyebabkan kerusakan pada part lain misalnya aki cepat soak

Lantas, apakah Engine Cut Off ada perawatannya ? Part Engine Cut Off ini tidak perlu dilakukan perawatan, sama seperti saklar lain yaitu sein dan klakson, Engine Cut Off dilakukan perawatan bila mengalami kendala dalam kinerjanya.

“Bila mengalami masalah kinerja, Engine Cut Off baru dibongkar saklarnya, lalu dilumasi cairan penetran, biasanya kotoran penyebab masalahnya”
Bila ingin mengganti Engine Cut Off baru biayanya tergolong murah lho. Harga satu set Engine Cut Off yang baru untuk motor-motor sport Honda sekitar Rp 160 ribuan.

Tips Mudah Mengecek Motor Sebelum Mudik

TegeanBlog.Com – Bagi anda yang akan mudik atau pulang kampung dengan menggunakan sepeda motor, sebaiknya cek dulu kendaraan anda. Nah berikut beberapa poin penting yang harus dicek sebelum berangkat ke kampung halaman anda, simak tipsnya dibawah ini.

image

Lanjutkan membaca Tips Mudah Mengecek Motor Sebelum Mudik

Daftar Harga Sparepart All New Suzuki Satria FU 150 Fi

TegeanBlog.Com – Hari ini (16-02-2016) Pabrikan Suzuki Indonesia resmi launching produk terbarunya yakni All New Satria Fu 150 Injeksi di Sirkuit sentul jawabarat.
Dalam acara tersebut, selain mengenalkan harga, teknologi serta fitur terbaru juga disediakan 41 unit motor untuk sesi test ride bagi awak media dan blogger.
nah dalam sesi tersebut terbukti, bahwa motor seharga 21,65 juta ini limiternya di patok sampai 13ribu RPM, Mantabz.
Setelah tau apa aja fitur dan teknologinya, tak lengkap dong bila gak tau harga sparepartnya, hehe..

daftar harga sparepart suzuki satria fu 150 fi
yuk simak dan baca sampai habis, ada bonusnya loh.. Lanjutkan membaca Daftar Harga Sparepart All New Suzuki Satria FU 150 Fi

Tips menambah performa mesin motor standar

TegeanBlog.Com – Ini dia cara sederhana untuk menambah tenaga mesin motor yang standar menjadi tambah kenceng.
Tips menambah performa mesin motor standar
1. Menambah kapasitas mesin
Kapasitas mesin lebih besar berarti lebih bertenaga, bukan berarti kapasitas kecil ga bisa kencang, orang yang bore up gila2an aja kadang masih kalah dengan yang kapasitasnya lebih kecil , Tapi mengesampingkan hal itu semua, untuk motor harian, meningkatkan kapasitas mesin lebih besar dari bawaan pabrik akan memperbaiki prestasi motor, karena kamu bisa memperoleh lebih banyak debit gas yang terbakar dalam setiap putaran mesin, Caranya hanya ada dua : Melesakkan piston dengan diameter lebih besar, atau memanjangkan langkah ayun piston dengan menggeser big end lebih maju atau mengganti dengan pen stroker aftermarket yang umum dijual di pasaran.

2. Meningkatkan Rasio
Rasio Kompresi yang lebih tinggi pasti memproduksi tenaga lebih, sedikit atau banyak. Semakin kamu padatkan campuran udara/bahan bakar , semakin cepat campuran ini menyembur menjadi api secara spontan, namun tentunya harus diimbangi dengan oktan bahan bakar yang pas untuk mencegah pembakaran dini. Ini jawaban kenapa mesin motor balap road-race, atau drag yang diliput di tabloid-majalah umumnya memakai bahan bakar ber oktan tinggi – karena mesin mereka memakai rasio kompresi lebih tinggi untuk mendapatkan tenaga. Lantas caranya bagaimana, ada banyak cara. Mulai dari memapas kop atau cylinder head, blok, meninggikan dome piston, atau mempersempit kubah ruang bakar hingga menyerupai bak mandi orang kaya (bathtub maksudnya) kalok yang belum tau bathtub… sama… hahahahah soalnya di rumah adanya ember. Atau bisa juga dengan menggabungkan berbagai metoda itu.

3. Mudahkan udara mengalir masuk
Ketika piston meluncur mundur atau turun pada langkah hisap, hambatan udara dapat merampok pundi-pundi tenaga dari mesin. Hambatan udara bisa dikurangi dengan modifikasi serius, karena kesalahan bisa berakibat fatal, melakukan modifikasi pada saluran pemasukan silinder atau seringkali disebut Porting, selain memperbesar volumenya, pun harus memperhatikan geometri porting agar lebih terarah dan aliran udara menjadi lembut. Teknik lain yang mampu mengurangi hambatan secara drastis adalah konfigurasi multi klep masuk atau menempatkan 2 klep masuk dalam sebuah silinder. Dan intake manifold yang halus layaknya manifold koso yang mahal tentu sangat bagus melancarkan aliran udara/bahan bakar yang ingin masuk ke porting. membuka filter udara adalah cara yang paling mudah.

4. Lepaskan gas buang denga bebas keluar
Jika hambatan udara membuat gas keluar dari silinder, ini akan mengambil tenaga mesin. Sama seperti kita jika susah BAB, hahahha… sama gak sih?! Cara memperlancar gas buang gimana? Apa pasang knalpot free flow? Itu satu cara, urutan pelepasan gas buang tentu dari klep exhaust. Dengan memperbesar atau head yang memakai dua klep buang secara cepat akan mampu melepas gas sisa pembakaran dari dalam silinder. Memperbaiki porting buang, seperti kata pepatah Graham Bell ” Kalok gak seukuran 100 % diameter klep – maka belum racing namanya” hehehe… Yang halus lebih baik. Kalau perlu mengkilat seperti kaca. Kalau perlu, lho… Jika pipa knalpot terlalu keciiilll… seperti bawaan pabrik, atau muffler memiliki banyak sekat akan membuat efek tendangan balik semakin besar. Knalpot performa tinggi memakai rangakaian pipa header yang lebih besar, dan pipa belakang yang semakin membesar, dan muffler free flow yang akan mengusir kotoran jauh-jauh dari dalam silinder. Penyakit kok dipelihara dalam perut… Jika kamu mendengar knalpot free-flow, maka tujuan memakai knalpot itu adalah meningkatkan tenaga mesinnya.

5. Buat semuanya ringan
Part yang lebih ringan membantu mesin bekerja lebih baik. Setiap piston berubah arah, pasti memerlukan energy untuk berhenti dan memulai ke arah yang lain. Piston yang lebih ringan mengurangi pemakaian energy ini. Mengurangi beban gesekan, mengurangi beban rotasi, semua hal ini apa yang disebut meningkatkan efisiensi mekanis.

6. Injection
Sistem kontrol campuran bahan bakar secara elektronis melalui injector akan memberikan keakuratan tingkat tinggi pada setiap derajat langkah piston dan kepastian debit yang dibutuhkan sesuai beban mesin. Oleh karenanya teknologi ini meningkatkan performa dan pemakaian bahan-bakar yang lebih ekonomis. Jadi, mengapa mengganti injeksi dengan karburator jika ingin meningkatkan tenaga motor.

Cara Merawat Aki Honda BeAT FI agar tetap OK

Posisinya Aki Honda BeAT FI ada di balik dek, tempat pijakan kaki pengendara. Letak posisi aki tersebut jadi rawan kotor. Nah, mungkin bagi anda pengguna Honda Beat FI memikirkan apalagi merawat aki motor.
Cara Merawat Aki Honda BeAT FI agar tetap OK
Nah, berikut ini akan saya kasih tips merawatnya dengan cara yang mudah, cukup siapkan sikat gigi bekas, lap chamois(kanebo), dan air. Jangan lupa siapkan juga obeng kembang untuk membuka ruang aki(kalo gak ada pinjem di warung sebelah #Ehh

Cara membersihkannya, buka cover aki dengan obeng. Kemudian lepas aki dari dudukannya dan bersihkan dengan sikat gigi tadi.

Walaupun pihak pabrikan mengklaim aki aman dari kotoran, tapi nyatanya ada saja debu, pasir, kerikil kecil dan noda air yang menyelinap masuk. Jika kotoran tadi parah, bisa berubah jadi jamur, otomatis kelistrikan jadi terganggu. Belum lagi merusak komponen yang ada di dalamnya, karena selain aki, disitu juga ada sekeringnya loh.

Jadi, Jangan tunggu sampai aki soak, baru membuka tempat aki. Lebih baik dirawat daripada menunggu sampai ada komponen yang rusak.

Semoga bermanfaat 😉

Cara Merawat AC mobil agar tetap Oke

Banyak hal yang menentukan kenyamanan saat bepergian dengan mobil, salah satunya kondisi AC yang baik. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kalau bagian ini tak luput dari perhatian dan perawatan, caranya sebagai berikut.
Cara Merawat AC mobil agar tetap Oke

Lakukan servis setidaknya setiap 25 ribu kilometer, meskipun AC masih terasa dingin. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan cooling unit, lantaran posisinya yang biasanya ada di bagian bawah dasbor merupakan bagian yang rawan kotor karena mengisap udara yang tidak bersih atau berdebu.

Patut diingat bahwa meski jendela jarang dibuka, tetap saja bagian bawah dasbor tidak bisa dijamin bebas dari debu. Biasanya debu ini akan menyumbat atau tertinggal di dalam cooling unit dan lambat laun akan menurunkan performa AC saat mendinginkan kabin mobil.Hal inilah yang menjadi cikal bakal masalah pada AC mobil, yang penyelesaiannya adalah dengan melepas cooling unit dan dibersihkan di bengkel spesialis AC.

Saat servis, lakukan pula pemeriksaan pada botol dryer karena mungkin saja isinya perlu diganti. Freon juga perlu dikuras untuk memeriksa kalau-kalau ada kebocoran dalam sistem sirkulasi AC.

Tali kipas AC sebaiknya juga diperiksa karena mungkin sudah kering dan retak-retak (getas). Jangan sampai timbul suara berdecit apalagi sampai putus di jalan mengingat perangkat AC saat ini sudah menjadi kebutuhan primer bagi Anda yang tinggal di Jakarta karena setiap hari harus menghadapi kemacetan lalu lintas dan hawa yang panas.

Untuk menjaga kinerja tetap optimal, sebaiknya hindari AC bekerja terlampau keras. Caranya antara lain dengan memilih tempat parkir yang teduh, mengingat hawa yang tinggi dalam kabin akan memaksa AC bekerja lebih keras. Kemudian saat hendak menghidupkan AC hendaknya hidupkan mesin mobil terlebih dahulu, sebaliknya saat hendak mematikan mesin, matikan AC terlebih dahulu.

Ketika hendak menyalanan AC saat mobil tengah melaju, sebaiknya jangan menghidupkan AC pada kecepatan tinggi karena tali kipas akan mendapat beban besar secara mendadak. Entakan yang muncul bisa saja memperpendek umur tali kipas, yang bahkan jika kondisi tali kipas sudah aus, tidak menutup kemungkinan kalau komponen tersebut putus.

Tips MoTuBa : Memeriksa Kinerja Rem (bagian 1)

Selain memastikan kondisi mesin selalu prima, pemilik maupun pengemudi mobil harus menjamin keamanan saat berkendara, yang hal tersebut antara lain didukung kondisi rem yang baik.
Perawatan Rem Mobil Tua
Seiring waktu, komponen-komponen yang ada di dalam mobil tentu akan mengalami keausan dan fungsinya akan menurun. Oleh sebab itu, khusus bagi pemilik mobil tua, perlu mengecek beberapa bagian termasuk rem karena kerap ditemui bagian tersebut mengalami gangguan. Gangguan yang dimaksud antara lain rem yang seolah tidak mau kembali ke posisi awal setelah dioperasikan.

Gangguan tersebut bisa saja muncul mengingat posisinya yang mudah terkena kotoran dan air saat melewati genangan atau sewaktu mencuci kendaraan, piston pada kaliper rem bisa macet karena kotoran atau malah karena karat yang muncul seiring usia yang sudah cukup tua.

Untuk itu, jika memungkinkan, kaliper rem perlu dibongkar untuk kemudian dibersihkan. Setelah pekerjaan tersebut selesai, perlu diperiksa ulang atau diuji coba apakah di bagian tersebut tidak ada rembesan minyak rem. Langkah ini perlu dilakukan karena besar kemungkinan ada komponen-komponen yang sudah aus. Selain dibersihkan, karet-karet atau repair kit juga diganti agar kinerja rem semakin prima. Akan tetapi, kalau kerusakan sudah demikian parah, sebaiknya Anda ganti kaliper rem.

Hal lain yang tak boleh luput adalah kondisi selang-selang rem. Pastikanlah bagian ini benar-benar bersih dan tidak ada sumbatan karena kalau sampai terjadi bisa membuat rem macet.

Setelah semua selesai dilakukan, jangan lupa Anda lakukan perawatan rutin dengan mengganti minyak rem secara rutin setiap 25.000 kilometer. Penggantian juga dilakukan jika minyak rem terlihat keruh atau warnanya sudah mulai berubah. Hal wajar terjadi sebagai akibat dari pemakaian yang sudah cukup lama atau karena ada komponen dalam sistem hidrolik rem yang sudah mulai aus.

Honda CBR150R Lokal Vs Yamaha R15

Dari spesifikasi resmi yang dikeluarkan pabrikan, keduanya sama-sama menganut sistem electric starter dengan sistem pengabutan fuel injection, dengan transmisi 6 percepatan,begitu juga dengan tenaganya beda-beda tipis bro
Honda CBR150R Vs Yamaha R15
1. Mesin
All New Honda CBR150R diperkuat mesin 4-stroke, 150 cc, DOHC, 4-valve, 6-speed, berpendingin cairan (liquid-cooled) yang mampu menghembuskan tenaga 12,6 kW/10.500 rpm dan torsi 13,0Nm/7.500 rpm. Mesin ini telah menerapkan sistem suplai bahan bakar PGM-FI (Programmed Fuel Injection) dengan standar emisi EURO 3.

Astra Honda Motor (AHM) mengklaim CBR150R yang diproduksi di Indonesia lebih irit ketimbang CBR150R lawas yang diimpor langsung dari Thailand. Jika CBR150R impor konsumsi bahan bakarnya hanya 33,1 km/l, model terbaru ini mencapai 35,2 km/l.

Sementara itu, Yamaha YZF-R15 dipersenjatai dengan mesin 149,8 cc, 4 langkah, 4 valve SOHC, berpendingin cairan silinder tunggal. Perbandingan kompresinya 10,4:1, dengan daya maksimum sebesar 12,2 Kw pada putaran 8.500 rpm dengan torsi maksimal sebesar 14,5 Nm pada putaran 7.500 rpm.

2. Desain
Keduanya sama-sama mengusung karakter motor sport yang kuat, desain keduanya terinspirasi oleh produk big bike yang beredar di pasar global.

All New Honda CBR150R tampil dengan konsep desain full fairing terbaru yang terinspirasi dari varian tertinggi motor sport besar Honda, CBR1000RR. Tampang All New CBR150R makin afresif berkat lampu depan ganda (dual keen eyes headlight).

Cover bodi samping dan cover bodi belakang juga tampil baru dengan desain yang lebih agresif dan sporti. Model ini juga memiliki knalpot baru yang terlihat lebih ramping dan stylish.

Sementara desain bodi Yamaha R15 mengadopsi DNA R-Series yang sporty dengan lampu utama ganda yang tajam (dual furious headlight), bodi belakang runcing dan tajam, fairing aerodinamis yang kekar.

Lampu depan ganda R15 sporty dengan fitur AHO (Automatic Headlamp On) di sisi kiri dan lampu jauh di sisi kanan. Lampu belakangnya terinspirasi big bike Yamaha YZF-R6 dengan desain meruncing dan pelopor di kelasnya yang menggunakan lampu berteknologi LED.

Tampilan R15 semakin sporty dengan model split seater (jok terpisah) dengan bahan jok anti slip. Di bawah jok terdapat pula tempat penyimpanan tools. R15 pun memiliki fairing dual-layer yang dinamis dan aerodinamis, dilengkapi lubang sirkulasi udara agar suhu mesin tetap terjaga.

3. Aksesoris
Persaingan di kelas motor sport 150cc full fairing kian memanas. Meski tampang standar sudah sporty, pabrikan tetap menawarkan aksesoris resmi untuk mendongkrak tampilan produk andalannya tersebut.

Astra Honda Motor (AHM) menawarkan lima aksesoris untuk CBR150R lokal. Kelima aksesoris itu diantaranya Kit Tank Pad, Radiator Cover, Fuel Lip Pad, Single Seat Cowl dan Smoke Visor.

Harga yang ditawarkan untuk kelima aksesoris tersebut mulai dari Rp50 ribu hingga Rp700 ribu. Jika dibeli melalui sistem paket, aksesoris ini dilepas dengan harga Rp850 ribu untuk tipe standar dan Rp900 ribu untuk tipe Repsol.

Jika dibanding dengan akseoris yang disiapkan Yamaha untuk YZF-R15, Honda jelas sedikit tertinggal. Pasalnya pabrikan berlambang garputala itu menawarkan dengan jumlah sedikit lebih banyak, bahkan Yamaha memiliki Speed Kit untuk mendongkrak performa R15.
Aksesoris Yamaha R15
Yamaha R15 memiliki tujuh aksesoris diantaranya Cover Single Seater, Tank Cap, Rear Paddock Stand, Cover Tandem Bracket, Fuel Cap, LED Position Lamp Daytona, Engine Guard. Banderolnya mulai dari Rp90 ribu hingga Rp420 ribu. (baca: Aksesoris Resmi R15, Bikin kamu Semakin Keren 😀)

Tips Menjaga Performa Mesin Motor

Saatnya berangkat kerja, tiba-tiba mesin sepeda motor tak mau dinyalakan. Kalau sudah begini, hari serasa menjadi lebih berat, terlebih ketika Anda tengah diburu waktu.
Tips Menjaga Performa Mesin Motor
Mesin sepeda motor ngadat bukanlah tanpa alasan. Pertama, hal itu bisa disebabkan setelan angin pada karburator kurang terbuka sehingga proses pengabutan, proses ketika bahan bakar bercampur udara untuk pembakaran tidak berjalan sempurna.

Cara penanggulangannya adalah menyetel sekrup angin pada karburator. Agar tidak menambah masalah berarti, sebaiknya hal ini dilakukan di bengkel langganan. Teknisi bisa sekaligus menilik ada-tidaknya komponen dalam sistem pengabutan yang rusak, misalnya pada bagian insulator. Bagian ini antara lain berfungsi memastikan campuran udara dan bahan bakar berputar di ruang bakar.

Penyebab lain bisa juga karena karburator kotor sehingga mesin sulit dihidupkan. Karburator kotor mungkin terjadi jika sang pemilik lalai melakukan servis berkala. Oleh karena itu, ikutilah petunjuk perawatan yang benar sesuai buku manual dan lakukan setiap prosesnya dengan tepat. Jadwal penggantian oli, servis rutin, hingga pembaruan ban, tertulis lengkap untuk disimak.

Pastikan, ketika proses karburator dibersihkan, teknisi juga meniadakan kotoran dari bagian saringan bensin. Pasalnya, bagian ini pun berperan penting dalam kelancaran proses pembakaran.

Penyebab lain mesin sulit dihidupkan adalah kondisi pengapian yang lemah akibat busi sudah aus. Lubang busi juga harus bersih dari kotoran dan debu yang menempel agar tidak menghalangi proses pengapian. Pastikanlah Anda menggunakan busi asli untuk mendapat performa prima.

Komponen mesin lainnya yang bisa menjadi penyebab bermasalahnya mesin adalah kondisi aki yang tidak baik. Penyebabnya antara lain jumlah cairan elektrolit yang tidak sesuai, kondisi kabel yang tidak baik, atau terjadinya endapan kotoran di lubang-lubang aki.

Pemeriksaan kondisi mesin secara berkala adalah satu langkah mudah untuk menghindari terjadi banyak kesulitan pada kemudian hari. Apakah Anda sudah melakukannya hari ini?

Suka · Komentari · Bagikan