Honda Vario dan ‘Kesempurnaannya’

Honda Vario. Siapa yang tidak tahu salah satu produk andalan Astra Honda Motor (AHM) ini. Sudah puluhan tahun malang melintang di pasar roda dua tanah air kelas metik (matic). Jadi kemungkinan semua warga +62 familiar dengan Pakrio yang bukan Burio, maksudnya Vario

Sepeda motor metik (skutik) kelas mid end ini laris manis di pasaran. Dan saya adalah salah satu konsumen ‘loyal’ yang sudah 2 kali meminang si vario, dari Vario 125 old lansiran 2013 yang raib selingkuh sama maling dan berganti Vario 125 new yang sudah mengadopsi LED untuk penerangan depan dan speedometer digital dengan fitur jam (yang utama bagi saya).

Sepeda motor bertrasnsmisi otomatis memang semakin digemari masyarakat Indonesia, menggeser singgasana moped atau bebek atau underbound. Bahkan untuk wilayah pegunungan, skutik mampu memikat konsumen roda dua tanah air saat ini. Pengendalian yang simple, istilahnya cukup gas rem, tanpa perlu congkel-congkel kaki untuk percepatan maupun pengereman. Semua kendali ada di tangan. Mudah dikuasai oleh semua umur bahkan kanak-kanak dan lansia sekalipun. Dan Honda Vario adalah salah satu yang mampu menjawab kebutuhan itu. Easy to use, gas dan rem, finish.

Sayang ada beberapa ‘kesempurnaan’ yang menyertai atau fitur tidak sengaja dari produk AHM ini. Misal pada Honda Vario 125 generasi awal, bohlam yang mudah putus dan reflektor lampu utama yang meleleh menjadi momok yang mengerikan.

Sedang pada produk baru yang sampai saat ini masih setia menemaniku, fitur tidak sengaja yang tersemat adalah,

  • Speedometer ngembun hingga blank atau kalo boleh disebut blackout
  • Cat tabung shockbraker depan mengelupas saat dicuci semprot bertekanan (steam)
  • Mesin Gredek
  • Clip lock body yang mudah patah
  • Jok over pulen layaknya papan kayu

Speedometer Vario rembes, ngembun dan blank.

Awalnya cuma berembun

Awalnya terjadi setelah si Vario dicuci, berikutnya karena terpapar gerimis apalagi hujan deras, maka hari berikutnya speedometer akan berembun dan setelah sering terjadi akan berdampak parah, yaitu layar blank. Meski ada kemungkinan hidup normla lagi setelah kering beberapa hari, tapi satu saat akan terulang seperti itu hingga jam akan sering reset. Beberapa tips cara mengatasi speedometer digital Vario yang blank atau ngembun adalah dengan melumuri bagian atas speedometer termasuk switch pengaturan menggunakan oli atau minyak goreng atau cairan yang mengandung oli seperti penetrating. chain lube dan semacamnya. Lakukan trick ini saat speedometer sedang kering dan normal. Cairan oli disinyalir mampu meminimalisir rembesan air yang bisa menimbulkan embun, karena diduga, air rembes melalui celah switch pengaturan speedometer. Lakukan ini bebrapa kali dalam hitungan hari, atau pekan, perkirakan kemungkinan oli sudah hilang dari celah switch, saat itulah perlu dilakukan pelumuran lagi. Meski tidak serta merta mengobati rembes, paling tidak cara ini cukup mudah dan efektif sementara.

Sempat saya lakban
Dari sela switch itu air rembes ke dalam speedometer

Cara lain mengatasi speedometer Vario yang berembun atau blank adalah menambahkan ring plastik pada as switch pengaturan speedometer, tentu ini agak repot, karena harus membongkar speedometer. Saya melakukan cara yang pertama. Kadang lupa tidak refil oli, dan speedometer kembali blank saat terpapar air.

Cat tabung shockbraker depan mengelupas saat dicuci semprot bertekanan (steam)

Ini penampakan yang sudah pernah saya repaint dengan cat spray kalengan

Solusinya mudah, jangan cuci menggunakan air bertekanan. Eh tapi kalo sudah ke kang cimot, alias tukang cuci motor, auto pakai jet spray atau pompa air steam yang tentu saja bertekanan cukup tinggi

Solusi kedua, lapisi tabung shock dengan skotlight sesuai warna cat, hitam misalnya, atau mau kreasi dengan warna lain.

Mesin Gredek

Saya bukan ahli mesin, tapi beberapa ahli menyarankan mengganti beberapa part menggunakan Vario 110

Clip lock body Vario rawan patah

Tutup tebeng depan sekaligus dudukan plat nomor

Pada gambar di atas, tebeng dudukan plat nomor dengan dua titik clip body yang sudah patah. Buka pertama patah satu, buka berikutnya atau pas nutup (saya lupa) patah clip clock yang kedua, akibatnya kalo diajak jalan, Vario gemruduk di bagian depan. Solusinya ganti baru, udah saya coba lem, tapi ga nempel, atau lepas lagi. Tidak bertahan lama, demikian juga pada bagian body yang lain.

Jok Vario 125 Keras kaya triplek

Ini cukup tenar, solusinya coak busa dan tambal dengan latex. Sudah banyak yang mengaplikasikan, saya si belum. (tri)

2 respons untuk ‘Honda Vario dan ‘Kesempurnaannya’

Enter your comment...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.