Apa yang Kamu Lakukan Saat Terjebak DiLampu Merah?

Cerita Pengendara motor dan lampu merah adalah sebuah kisah cinta yang menjengkelkan. Meskipun lampu merah fungsinya untuk mengatur arus kendaraan di persimpangan jalan, keberadaannya bagi sebagian orang dirasakan sangat mengesalkan. Terutama bagi mereka yang sedang kebelet terburu-buru mengejar waktu. hihihi..

Memang sih, ada saat-saat tertentu di mana orang-orang akan berkelahi dengan waktu, seperti terlambat ke sekolah atau kampus, mengantar isteri yang akan melahirkan, mengejar jambret yang merampas tas, atau menjemput gebetan sang pujaan hati.

Kadang jika dilihat seksama, saat berada di barisan sekitar lampu lalu lintas yang sedang berwarna merah, akan selalu ditemukan beberapa tipe pengendara motor yang terkadang membuat geleng-geleng kepala atau membuat kita senyum-senyum sendiri :mrgreen:

1. Tipe “Sabar Disayang Tuhan”.

sabar di lampu merah
Mari kita berikan ucapan “Salut” dan aplaus untuk tipe pengendara seperti ini. Tipe ini akan tetap menunggu sabar saat lampu lalu lintas bersinar merah. Meski sedang terburu-buru, dengan wajah ramah, mereka sama sekali tidak menunjukkan ekspresi kesal meski berpanas-panas ria di bawah terik mentari di bawah lampu merah. Bagi mereka, sabar adalah bentuk kewarasan dan kedewasaan.

2. Tipe “Mata Belang Jelalatan”.

lampu merah
Ya, tipe pengendara ini akan menggunakan kesempatan selama beberapa menit mendesak ini untuk melakukan penyegaran mata. Saat berhenti, mata mereka akan bergerak ke sana-ke mari mencari pemandangan menarik. Saat melihat sosok yang didambakan, tipe ini akan memperhatikan seksama sosok tersebut sampai bosan. Kesempatan ada di mana-mana. Merupakan kesalahan besar jika kesempatan tersebut disia-siakan, kata mereka.

3. Tipe “Pamer Klakson”.

klakson di lampu merah
Sudah jelas, tipe pengendara ini memiliki karakter yang tidak sabar dan cenderung emosional. Mereka akan mudah tersulut emosi saat lampu lalu lintas berwarna merah dalam waktu yang lama, apalagi melihat pengendara lain di depannya tidak kunjung jalan saat lampu sudah berwarna hijau. Mereka akan menekan klakson keras-keras sembari mengeluarkan kata-kata kasar yang menakutkan.

4. Tipe “Ahli Terobos”.

terobos lampu merah
11-12 dengan tipe “Pamer Klakson” yang sama-sama tidak sabar, tipe ini akan langsung menerobos barisan pengendara di depannya meski lampu lalu lintas belum berwarna hijau. Tentu saja, tipe pengendara ini akan membahayakan pengendara lain yang lewat dari arah berseberangan dengannya.

5. Tipe “Rajin Hitung Mundur”.

menunggu lampu merah
Tipe pengendara ini akan selalu melihat dengan seksama angka-angka hitungan mundur di atas lampu lalu lintas tanpa sekalipun menengok kiri-kanan. Karena fokusnya saat itu hanya angka-angka yang bergerak mundur. Dan ketika waktu hitungan hampir habis, tipe pengendara ini akan melesat di barisan pertama melintas perempatan jalan raya dengan kecepatan tinggi.

6. Tipe “Always Update”.

update status di jalan
Bagi tipe pengendara seperti ini, daripada bosan menunggu lampu merah, biasanya mereka selalu menggunakan kesempatan luang ini untuk menulis status terbaru dengan kata-kata yang sengaja dilebaykan agar mendapat perhatian orang banyak. “Duh, udah panas, lampu merah lama, lapar, baru diputusin pacar, lengkap sudah penderitaanku hari ini,” tulisnya.

7. Tipe “Putar Balik Fakta”.

putar balik
Daripada menunggu lama, daripada panas-panasan, daripada menerobos, tipe pengendara ini akan mengambil jalan pintas dengan berputar arah kembali ke posisi awal dan lebih memilih jalan lain yang lebih aman. Atau ada juga yang mengambil arah kiri, lalu berputar arah mengikuti arus dan dengan leluasa menuju ruas jalan yang dikehendakinya.

Pesan dari artikel ini : “Jangan jadikan lampu merah sebagai hambatan, namun jadikan lampu merah sebagai peringatan dan imbauan agar berhati-hati ketika berkendara di jalan raya.”

Iklan

One thought on “Apa yang Kamu Lakukan Saat Terjebak DiLampu Merah?

  1. Yg terakhir bro.
    Belok kiri, terus balik arah untuk belok kiri lagi menuju arah yg sebenarnya.
    Itu kalau untuk Prapatan yg lurus.
    Ga berlaku buat belok kanan.

    Terutama di Bandung yg lamernya lama bgt

Enter your comment...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s