Tips Perawatan Radiator pada Mobil

Kondisi radiator yang baik akan menjamin performa mesin mobil bisa bekerja dengan optimal. Lalai merawat inti dari seluruh sistem pendinginan mobil tersebut, akibatnya bisa fatal.
Tips Perawatan Radiator pada Mobil
Salah satu bentuk perawatan radiator adalah menguras setidaknya setiap 15 ribu–20 ribu kilometer. Caranya pun relatif mudah, langkah pertama adalah membuang semua isi radiator dengan cara membuka keran bawah.

Setelah semua terbuang, tutuplah kembali keran bawah dan isi radiator dengan air baru yang bersih, dan nyalakan mesin selama sekitar 30 menit agar thermostat benar-benar “membuka”.

Bilas kembali radiator dengan melakukan langkah pertama, tapi saat melakukan langkah ini Anda harus berhati-hati karena suhu air yang akan dibuang kali ini sangat tinggi. Lakukan pembilasan ini dua hingga tiga kali untuk memastikan kotoran atau deposit di dalam radiator ikut terbuang bersama air.

Pada tahapan terakhir, ada baiknya Anda menggunakan coolant yang mampu mencegah timbulnya karat, menaikkan titik didih air radiator, sekaligus mampu “melumasi” keseluruhan sistem pendingin. Selain radiator, tabung reservoir perlu dibersihkan atau diganti agar langkah perawatan memberi hasil optimal.

Setelah semua langkah tersebut selesai dilakukan, periksa ketinggian air cadangan di tabung reservoir karena biasanya saat pengisian, jika masih ada udara yang terperangkap dalam sistem. Pada saat awal itulah udara tersebut akan dilepaskan sehingga perlu tambahan air radiator dari tabung reservoir. Langkah tersebut dilakukan pula untuk melihat apakah ada tetesan air radiator. Hal ini mungkin terjadi jika keran bawah radiator kita kurang rapat atau kondisinya kurang baik.

Selain menguras, langkah perawatan lain adalah memeriksa beberapa komponen radiator seperti tutupnya. Perlu diketahui, karet yang ada di bawah tutup radiator lambat laun akan mengeras, secara otomatis karet yang keras tersebut tidak akan mampu lagi menahan uap air radiator—yang idealnya uap ini akan”dilarikan” ke tabung cadangan—atau mencegah air keluar.

Bagian lain yang bisa diperhatikan adalah sarang radiator. Di sini, pemilik mobil dituntut untuk cermat melihat kisi-kisi pada sarang radiator, kalau ada kotoran, debu, atau batu kecil yang menempel di sana segeralah bersihkan—bisa dibantu dengan air compressor. Dianjurkan pula untuk melihat jarak sarang radiator dengan kipas agar tidak saling berbenturan. Bila perlu, Anda luruskan alur kisi radiator dengan mata obeng secara perlahan agar aliran udara bisa keluar dengan lancar.

Iklan

Enter your comment...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s