Aksi Sederhana, Selamatkan Nyawa

Tahukah Anda bahwa satu kantong darah mampu membantu menyelamatkan tiga nyawa? Tak dimungkiri, mendonorkan darah adalah sebuah tindakan mulia. Sebuah aksi sederhana yang bisa menyelamatkan sesama yang membutuhkan.
Aksi Sederhana, Selamatkan Nyawa
Idealnya, donor darah itu bisa menjadi gaya hidup. Seperti itulah yang dikatakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, dalam pencanangan Gerakan Yang Muda Yang Berdonor. Dan tak hanya menolong sesama, tetapi mendonorkan darah pun baik untuk kesehatan si pendonor.

Beberapa manfaatnya antara lain membantu menurunkan berat badan, membantu membakar kalori, mendeteksi dini risiko kesehatan, melindungi jantung, mencegah stroke, dan mengatur kontrol kesehatan. Ada pula manfaat lainnya, yaitu meningkatkan sel darah merah, membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan ginjal, dan memaksimalkan sirkulasi darah.

Sayangnya, meski banyak manfaat yang didapat, kerap kali beredar mitos yang meembuat masyarakat takut dan mengurungkan niat mendonorkan darah. Rasa takut terhadap jarum suntik menjadi salah satu alasan rendahnya jumlah pendonor wanita dibanding pria.

Selain itu, ada lagi mitos yang beredar yang kerap mengurungkan niat para calon pendonor, antara lain bahwa donor darah dapat menyebabkan gemuk. Faktanya, kegemukan terjadi karena jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari yang dikeluarkan dan tidak berkaitan dengan donor darah.

Mitos lainnya adalah dapat menyebabkan lemas. Padahal sebenarnya proses donor darah hanya mengambil 250–500 cc darah sehingga jumlah tersebut tidak akan banyak memengaruhi persediaan darah dalam tubuh yang mencapai hingga 5.000 cc.

Ketakutan lain yang kerap membayangi adalah mampu menyebabkan kecanduan. PMI menyatakan bahwa sekalipun proses donor darah dilakukan rutin, hal ini tidak akan mengubah proses metabolisme atau jam biologis tubuh.

Jika tertarik mendonorkan darah, berikut ini syarat utama yang perlu dipenuhi, yaitu untuk tidak diperbolehkan dilakukan perempuan hamil, menyusui, ataupun yang sedang menstruasi. Syarat lainnya dapat dilakukan orang berusia 17–60 tahun, memiliki bobot tubuh minimal 45 kilogram, bertemperatur tubuh sehat antara 36,5–37,5 derajat celsius, tekanan darah yang baik (sistole 110–160 mmHg, diastole 70–100 mmHG).

Selain itu, diperlukan kondisi denyut nadi teratur, yaitu sekitar 50–100 kali/menit, hemoglobin minimal 12,5 gram, dan jarak terdekat dengan waktu donor terakhir adalah tiga bulan.

Tertarik mendonorkan darah Anda?
(aniez)

Iklan

3 pemikiran pada “Aksi Sederhana, Selamatkan Nyawa

Enter your comment...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s