Motor Klasik vs Motor Racing

Maaf sebelumnya bila artikel ini bukan tentang adu speed, adu mahal, adu keren namun hanya sekedar uneg-uneg tentang selera rider tentang tunggangan motor saat ini.

Parkir ala jemuran :D
Parkir ala jemuran 😀

1 Desain.
Didunia perbloggeran tentu anda ngeh tentang motor dengan modif racing, walaupun dengan mesin pas-pasan sang motor rela diobrak-abrik bodinya, trus dipaksa pake baju (fairing), ditempel stiker ala motor balap.(tanpa sebut merek pasti anda tau itu motor apa) :mrgreen:
Sangat berbeda dengan orang yang punya selera klasik, kadang udah tau motor tersebut kelas balap malah diganti peleknya, telanjangin fairingnya, lebih parah lagi ada yang sampe diamputasi sasisnya karena ngejar style ala WJS, tentu tipe orang seperti ini lebih sayang terhadap motornya karena demi selera beliau rela habiskan ratusan ribu bahkan sampai jutaan, agar motornya terlihat klasik (anti mainstream)

  1. Perawatan.
    Nah, sekarang ngomongin tentang perawatan motro kesayangan.
    Pernah seorang sahabat bilang, dia lebih memilih motor racing daripada motor klasik hanya karena alasan perawatan.
    Ambil saja contoh perawatan pelek motor, Motor racing identik dengan Casting wheel sedangkan motor klasik sangat klop bila pakai pelek jari-jari. memang sih saat mencuci lebih ribet jari-jari daripada pelek racing, Coba anda perhatikan motor dijalanan atau diparkiran umum, yang kelihatan kotor kok kebanyakan pake pelek racing ya?? :mrgreen:
    Setelah saya selidiki, penyuka motor klasik ternyata lebih teliti dan rajin merawat (mencuci) motornya minimal seminggu 2 kali, jadi tak heran bila motornya selalu kelihatan kinclong.
    Sedangkan motor yang pake pelek racing kebanyakan ya gitu deh.. cuma bodinya doang yang di elus-elus tapi kaki-kakinya jarang disentuh apalagi dilap. 😦
  2. Selera.
    Biasanya motor racing identik dengan jalan perkotaan yang lurus dan rata dan yang pasti suka adu balap 😀 sedangkan motor klasik identik dengan jalanan yang berliku-liku, naik turun bukit dan aspal bergelombang :mrgreen:
    dan satulagi, gaya berkendara motor racing biasanya nunduk-nunduk ala rossi sedangkan motor klasik bergaya nyaman dengan stang baplang.

Saya mohon maaf jika uneg-uneg ini ada yang tersinggung perasaannyah.. Jika ada yang kurang berkenan dihati mari kita bahas dikolom komentar 😉

*O..iya sebelum ada yang bertanya, pemilik warung seleranya apa sih???
Motor klasik dengan fitur mesin balap 😆
Modif Vega ZR Klasik ala tegean

Iklan

18 thoughts on “Motor Klasik vs Motor Racing

Enter your comment...

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s